Mayonnaise

 Koloid merupakan Partikel menengah dalam ukuran antara yang ditemukan dalam larutan dan suspensi dapat dicampur sedemikian rupa sehingga mereka tetap merata tanpa menetap keluar. Partikel ini berbagai ukuran dari 10 -8 sampai 10 -6 m ukuran dan diistilahkan partikel koloid atau koloid. Campuran mereka membentuk disebut dispersi koloid. Suatu dispersi koloid terdiri dari koloid dalam media penyebaran. Contoh dari koloid adalah mayonnaise. Mayonnaise merupakan salah satu contoh produk proses emulsi yang banyak dimanfaatkan dalam jenis makanan kita.emulsi merupakan suatu terdispersi atau suspensi suatu cairan dalam cairan yang lain yang molekul-molekul kedua cairan tersebut tidak saling berbaur tetapi saling antagonistik. Pada suatu emulsi terdapat tiga bagian utama yaitu bagian yang terdispersi yang terdiri dari butir-butir yang biasanya terdiri dari lemak. Kedua disebut media pendispersi yang biasanya terdiri dari air, dan bagian ketiga adalah emulsifier yang berfungsi menjaga agar butir minyak tadi tetap tersuspensi di dalam air.
Mayonnaise adalah jenis bahan pangan berupa emulsi setengah padat yang dibuat dari minyak nabati, cuka/lemon juice, asam sitrat, kuning telur.

Mayonnaise merupakan emulsi minyak dalam air dengan kuning telur berfungsi sebagai emulsifier. pada produk mayonnaise, bagian yang terdispersi adalah minyak nabati bagian yang mendispersi (media pendispersi) adalah asam cuka atau lemon juice dan bagian emulsifier adalah kuning telur. Kuning telur merupakan emulsifier yang sangat kuat (terdapat sejenis bahan yang memiliki tingkat kesukaan terhadap air dan minyak sekaligus). Satu ujung molekul tersebut suka air dan ujung yang lain suka minyak. Oleh karena itu bahan tersebut banyak dijadikan jembatan untuk mencampurkan antara bahan lemak dan air. Dan sifat ini sangat dibutuhkan dalam pengolahan makanan seperto mayonnaise.
Mekanisme lasitin dapat menyatukan minyak (lemak) dan air (asam cuka/lemon juice pada pembuatan mayonnaise) adalah fosfolipid yang merupakan pembuatan lasitin yang terdiri dari bagian polar (air) dan bagian non polar (minyak/lemak). Bagian kepala fosfolipid merupakan bagian yang hidofilik(tertarik pada air) dan bagian ekor tertarik pada hidrofobik (tidak suka dengan air/menjauhi air dan lebih terikat pada minyak/lemak). Kepala hidrofilik berisi gugus fosfat bemuatan negative (kemungkinan jenis polar) dan ekornya bersifat hidrofobik terdiri dari asam lemak dan hidrokarbon. Ketika berada pada kondisi di dalam air fosfolipid tersebut membentuk berbagai strukturr tergantung pada sifat spesifiknya dan dalam hal pembuatan mayonnaise fosfolipid tersebut berperan sabagai emulsifier dimana yang berperan dalam menyatukn antara minyak nabati dan asam cuka/ lemon juice yang merupakan bahan utama pembuatan mayonnaise menjadi suatu emulsi setengah padat yang kompak atau disebut juga emulsi permanen (mkaksunya adalah antara minyak nabati dan asam cuka/lemon juice yang dicampur tidak terpisahkan lagi).

1 komentar:

rissa mengatakan...

qm suka mayonaise ta?????menurutmu bagaimana proses terjadinya koloid mayonise tersebut...

Poskan Komentar